Wednesday, December 30, 2015

:: The Strength ::

By Sheikh Omer Suleiman

<< Sign of the great strength >>

It's not about being able to overcome others
It's about being able to control yourself when you are angry. 

Don't let anyone under your skin
Don't let anyone in your head
Don't let anyone in your heart
Don't let anyone ruin your day
Don't let anyone ruin your life



Be like the incense, the more you are burnt, the more fragrance you release

Tuesday, December 15, 2015

Apa Erti Menjadi Seorang Ibu

A good reminder from the author of Balqis Di Mata Kami, Di Sisi-Nya


Apa erti menjadi seorang ibu
Jika yang asas tidak diberikan
Pencipta mereka tidak diperkenalkan
Tunduk sujud tidak diajarkan
Membaca dan menghafal QalamNya diabaikan.

Apa erti menjadi seorang ibu
Jika adab sopan tidak diajarkan
Ucapan terima kasih, tolong dan...
maaf dipohon bila kesalahan dilakukan.

Apa erti menjadi seorang ibu
Jika sekadar memasak, mengemas rumah dan melipat pakaian
Malah itu bukanlah tugasan utama seorang ibu yang melahir dan membesarkan
Yang utama adalah membina ummah hebat di masa hadapan. 

Menjadi ibu bererti menjadi insan pertama dan utama anak-anak jadikan rujukan dan panduan
Maka ajarkanlah mereka ilmu Allah yang paling utama
Lalu perkenalkan ilmu dunia kepada mereka

Jadilah mualimah utama anak-anak kita
Jangan diharap orang lain yang melakukannya
Setiap kita punya peranan yang sama
Dalam membina keluarga menuju ke SyurgaNya.

~Ummu Naufal~

Thursday, December 10, 2015

A weekend full of chit-chat

So we went to Mekah last weekend. With last minute arrangement for hotel, arrived and check-in at 2.00am, alhamdulillah umrah went well. 
Originally we went to Mekah to meet a friend who came from Malaysia for umrah. But it turned out, we met 2 more friends. 
2 of my friends were from primary schools (up to secondary and met in university once in a while), and we are still in touch through whatsApp group. Another 1 was actually our x-boss from UNITAR, unplanned... But with Allah willing, we met in a restaurant that we were supposed to meet my other friend. Alhamdulillah... Plus an opportunity to pass by Ustaz Kazim Elias. Wuuyoooo... My hubby salam him and me just greet him. Should have stop him for photo... mmmm... But he walked too fast though...

It was really a busy weekend for us... And full of chit-chatting :)


Sunday, December 6, 2015

#nak bebel

Tak masuk dalam group, i'm okay...
Tak jemput event, i'm okay... 
Kata I anti-social, i'm okay...
Kata I sombong, i'm okay...
Tapi pleaseeeeeee lahhhh, jangan buat cerita.... 
Bumi ni bulat, pusing-pusing sampai juga ke same end... Roda pun bulat, ada masa kat atas, ada masa kat bawah.... 
Think about it peeps!!

Wednesday, December 2, 2015

Silver it is...

Remember the post about the emergency trip to Jeddah for volleyball scrimmage... So on 26-27 November, YIS - U14 volleyball girls had their REAL battle against another 4 international schools. They had their game here in Yanbu as YIS is the host. 
By the way, Adlina was selected into the YIS main team as sub. Yeaaayyy... And alhamdulillah, she played a lot... U14 girls managed to go through final, against Riyadh's team. They lost straight set to Riyadh's team but they played good games though. Tough fight indeed... 

You did it girls!! Congratulationsssss!!!





P/s the girls cried, losing to riyadh's team... Soooo cute... hehehe...

Tuesday, December 1, 2015

# nak bebel

In a situation where 'what i'm suppose to say, was not said' and 'what i'm suppose to respond, was not responded'; as though i'm lost of words, as though i'm not thinking enough... 
Hasilnyaaaa --> asyik teringat-ingat, lepas tu rasa geram, lepas tu rasa menyampah, lepas tu rasa Ggggrrrrrrr... Ggggrrrrrrr.... Geramnyaaa!! 

Tuesday, November 24, 2015

Meraikan baby Kayan

Jumaat lepas, kami (the ladies in the house :)) mendapat jemputan (selepas isya') ke rumah seorang kenalan melayu-saudi, untuk meraikan cucu sulungnya yang baru berumur dua bulan. Kayan nama cucunya.. She invited a few more friends among their 'melayu-saudi community'. Many of them can still speak Malay fluently. 

Memandangkan ini bukan majlis rasmi, bawa sekali kanak-kanak riang yang dua orang tu.... Just to expose them with different culture... Antaranya...

---> seelok melangkah ke dalam rumah, tuan rumah akan expect tetamu membuka abaya dan tudung... Mereka sendiri akan menyambut abaya kita untuk digantungkan.. Kebiasaannya pada majlis beginilah, kaum wanita Saudi akan bergaya, without abaya... Anyway, they don't mind if you don't take off your abaya... They respect the outsiders.

---> Di awal perbualan, air jus (siap di dalam gelas) dihulur pada setiap tetamu. Sambung sembang lagi....

---> after a while, qahwa (arabic coffee) akan dihidangkan bersama sejenis dua manisan, paling tidak coklat... Sambung sembang lagi....

---> after another round of chitchating, then only we are served with dinner. Sambil makan chitchat lagi...

---> biasanya, selepas serve dinner barulah tetamu akan 'dibenarkan' pulang :) Pulang dengan perut kenyang hati pun senang. 

Begitulah lebih kurang kebiasaan aturan majlis di sini.... Mula-mula memang kekok untuk menanggalkan abaya. Seolahnya perlu menanggalkan pakaian pula. Kekeke... By now, I'm already used to it :)

Oh yesss... Sepanjang majlis ni, perbualan diselangi bahasa arab dan melayu. Kala bersembang dengan kami, bahasa melayu digunakan... Kala bersembang antara mereka, bahasa arab sepenuhnya... terngangalah kami.. Hehe...

Untuk yang belum tahu, komuniti 'melayu-saudi' bukanlah merujuk kepada rakyat Malaysia yang berada di Saudi. Tetapi mereka telah dilahirkan serta dibesarkan di sini; born and breed in saudi, ancestors are from Malaysia, some from Pattani... Their life is coloful...  Live in saudi yet adapting the malay culture too... Eat local food, but still favor sambal :)

Thursday, November 19, 2015

'Emergency' trip to Taif

Okay... Okay.. This would be the last emergency story... :p

Another emergency trip....... kononnnn.... hehehe.... Alkisah, ketika perlawanan volley ball my eldest berbaki 2-3 games lagi, kak ita inform yang abang rashid dapat urgent instruction (read: emergency) untuk menyelesaikan masalah kerja di Taif. So, they planned to leave for Taif late Friday evening as his work need to start only at midnight.

Well, originally we were not even in the picture for this trip.... Tetapi.... akhirnya kalah dengan pujuk-rayu kak ita... hahahaha.... moreover their car is not in good condition to drive to highland like Taif. So, instead of renting another car, out of no where we are now part of this emergency-work-trip... :) So Taif, here we are again...

Sampai dah malam, terus cari location kerja abang rashid, lepas tu cari apartment.  Lepak-lepak menunggu midnite, makan KFC tengah-tengah malam buto.... zzzzzz.... Saturday morning, keluar ke mall depan apartment, makan-makan, jalan-jalan, budak-budak main skating... Lewat petang balik Jeddah. Kekeke... Very short trip indeed. Hehehe...
Jalan-jalan cuci poket di kedai ros-related product :)

We shared an apartment with 2 bedrooms.....
tengahari melantak KFC lagi..... macam takde jual makanan lain jek.... hhahaha....

Kiddos ice-skating... takde orang main pagi-pagi hari aiiihhh...


on the way balik ke Jeddah, singgah shopping fruits.... sssoooo nice the presentation...


And singgah tepi hiway, sambil menikmati keindahan alam, layan shai panas.... the traditional way

Subhanallah !!

Tuesday, November 17, 2015

'Emergency' Day-off

'Sediakan payung sebelum hujan' kata pepatah melayu..... applicable kat sini rupanya, cuma tak boleh nak tolong translate in arabic jek... hehehe.... 
Semalam, weather forecast akan hujan lebat di Yanbu, malamnya terus MOE announce cuti untuk semua sekolah and higher learning institutions di Yanbu.... By 11.00pm dapat confirmation cikgu-cikgu pun dapat cuti sama.... yeeeayyy...

Friday, November 13, 2015

'Emergency' trip to Jeddah

Emergency la sangatttt... Kehkehkeh... Alkisah, my eldest sepatutnya join a volley ball friendly-match in British International School Jeddah yesterday (Thursday). Gigih la bangun early at 3am nak bersiap ikut rombongan cik kiah naik bas. Around 8 am as they arrived in the school, baru diberitahu game was postpone to Friday. The organizer missed the information to YIS somehow... So YIS team have to travel back to Yanbu as they are not prepared to overnight. Anyway, mak ayah pun gigih la contact kak ita in Jeddah to fetch her up so that she don't have to travel back and forth.

Memandangkan Friday is weekend... jeng... jeng... jeng..... Apa kata kita semua pegi Jeddah. Hahahaha.. At first kakak tak nak as she said she enjoyed travelling by bus. But then mama said, kalau naik bas, lepas habis game for sure balik Yanbu. Kalau mama ada, for sure Saturday you will have time going around Jeddah. Kehkehkeh.... What a brilliant idea!! Emergency trip la jadinya... A trip that was not plan ahead.

By the way, I super like this school environment... Santekkkk... Sangat terasa berada di International School... :p


Dressing paling sopan adalah team Yanbu. Hahahaha... Good job anyway!!











Ni kat outdoor court... Punya banyak benches untuk bersantai. So comfortable for visitors like us...


Sunday, November 8, 2015

Sunday bluesssss





Today is Sunday....  like any other Sunday for the past two months, this is really a nerve-wrecking day to wait ...... agak exaggerate sedikit di situ.... :p tapi sebenarnya memang betul tau... Sunday adalah hari yang mendebarkan.... 

At the very early in the morning, I will start thinking, what is it for this week... who will I have to face with... what will I have to 'debate' about...

Siiiiggghhhhh...... This is really an unpredictable job...!


Thursday, November 5, 2015

My secretary

It's tiring... It's exhausting... It has been two months since I got this new 'hat'. But it feels like forever... So many things to learn, so many tasks to perform, so many issues to think, so many plans to execute, so many forms to fill, so many documents to establish.... and classes to attend....
No.... no... no.... I'm not that Super-Woman.... 

Because this not-so-super woman sometimes tend to over-look due dates, other times tend to forget to complete some tasks and many times forget why I called my staff... huhuhu. I have just turned into 'somebody else'. Not good.... not good at all....

Therefore, I need a way to organise all my thoughts and plans. I'm not keen of using diary. I don't write in such limited space in diary where dates are fixed, and when you don't fill the empty spaces you'll look bad.... hahahaha... just my 'stupid' idea....


This pink book, however has save me. It's a normal note book that I bought from a local bookstore - the colour that attract me the most :). No need of fancy-mancy planner, because I can jot down almost everything, not just the plan. A plain lined-notebook is such a good solution. Sometimes I write according to dates, sometimes not.  I can have pages to scribble, other pages as reminder, different pages for notification, and for more emphasis of important pages, show it with  stick-on labels.
So officially, this is my secretary and my new bff ...

Wednesday, November 4, 2015

Something to ponder...

The following is an article that I read from a post in facebook. It is a good article to ponder on.... About our education system in Malaysia!!

Note: the article is merely an opinion of someone.... Don't judge, just read and ponder!!





Dalam laporan UN Education Index Malaysia berada di kedudukan 98 daripada 181 negara. Manakala kajian “Programme for International Student Assessment” (PISA), Malaysia corot di tangga 55 daripada 74. Bagi keputusan kajian “Trends in Mathematics and Science Study” (TIMSS) 2011 pula menunjukkan penurunan prestasi Matematik dan Sains mendadak sepanjang empat kali penilaian daripada tahun 1999.”

Apakah maksud semua laporan penilaian pendidikan antarabangsa ini? Maksudnya, para pelajar Malaysia adalah antara yang paling lemah apabila dibandingkan dengan pelajar-pelajar lain di seluruh dunia.

Namun begitu.
Dilaporkan juga Gred Purata Nasional (GPN) untuk peperiksaan PMR meningkat ketara untuk 5 tahun yang lalu iaitu 2.83 pada 2008, 2.78 pada 2009, 2.74 pada 2010 dan terbaru 2.71 pada 2011. Bilangan pelajar yang mendapat A di dalam Matematik juga meningkat dari 26.7 peratus pada 2010 kepada 28.9 peratus pada 2011 manakala untuk subjek Sains pula meningkat dari 18.5 peratus pada 2010 kepada 21.7 peratus pada 2011. Untuk SPM pula, pencapaian 2011 dikatakan pencapaian terbaik dalam masa 5 tahun dengan peningkatan GPN dari 5.19 pada 2010 kepada 5.04 pada 2011. (Rujukan Buku Sekolah Bukan Penjara, Universiti Bukan Kilang)
Apa pula maksud laporan peningkatan GPN mengikut prestasi PMR dan SPM ini? Maksudnya, selama berpuluh tahun kita menipu diri kita sendiri sehinggalah datang indeks antarabangsa keluaran UN Education Index, PISA dan TIMSS yang membongkar perihal budaya penipuan yang selama ini berakar dalam konsep pendidikan kita. Bagaimana mungkin GPN PMR dan SPM meningkat walhal para pelajar kita tercampak dalam kedudukan 2/3 tercorot di seluruh dunia?

Rakyat Malaysia terkujat, sekali lagi.

Jadi sekarang kita sudah tidak boleh menipu diri sendiri lagi kerana seluruh dunia sudah mengetahui betapa terkebelakangnya para pelajar kita dalam bidang Sains, Matematik, literasi pembacaan dan penyelesaian masalah kritikal. Untungnya daripada kesedaran ini, kita dapat melihat beberapa usaha ‘transformasi’ pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan disamping cadangan tokoh negarawan seperti Tun Mahathir bagi menambah baik pendidikan kita.

Kementerian Pendidikan berjaya membuatkan masyarakat teruja dan bergantung harap dengan Pelan Pembangunan Pendidikan Malaysia 2013-2025 yang setebal 248 mukasurat (yang entah siapa nak baca?) dan memuatkan 11 anjakan strategik sebagai cadangan penyelesaian kepada masalah pendidikan kita.

Hasilnya, tercetus Pentaksiran Berasaskan Sekolah (PBS) yang menyeksa kehidupan para guru selama empat tahun berturut-turut dengan server yang lembab dan pertambahan kerja pengkeranian mengisi data dan ‘mencipta’ statistik para pelajar. PBS ini dimansuhkan selepas empat tahun berjalan menyebabkan para guru yang bersengkang-mata pukul empat pagi untuk mengisi data online dan berjerih-payah membuat dokumentasi fail pelajar berasa sakit hati dan usaha mereka seperti tersia-sia.

Selepas PBS, lahir pula Pentaksiran Tingkatan Tiga (PT3) secara terburu-buru yang sekali lagi menjadikan para pelajar tingkatan tiga pada tahun 2014 sebagai tikus makmal. Hampir dua tahun belajar mengikut format PMR sebelum mendapat ‘kejutan budaya’ PMR dimansuhkan dan digantikan dengan PBS yang ‘tak ada exam’. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan PT3 yang perlu dihadapi dengan masa persiapan kurang daripada dua bulan. Realitinya disaat para pelajar tingkatan tiga disuruh menghadap PT3, sebahagian besar para guru masih terkial-kial cuba memahami konsep PT3. Lalu bagaimana para guru yang masih belum benar-benar mahir dengan PT3 akan mempersediakan para pelajar untuk PT3 dalam tempoh masa kurang daripada dua bulan?

Tapi, ini kan Malaysia. Malaysia amat sinonim dengan perkataan ‘boleh’. Perkara ini sudah pernah pun berlaku dahulu sebagai contoh PPSMI dimana para pelajar dijadikan tikus makmal dan para guru menjadi bidan terjun yang mengendalikan tikus-tikus ini sebelum ‘eksperimen’ itu dihentikan kerana tekanan masyarakat.

Selain daripada itu, kita tidak lupa untuk mengidolakan polisi pendidikan negara lain. Negara seperti Finland, Korea Selatan dan Jepun sering kali menjadi bahan bicara ahli akademik terutamanya tatkala roadshow PPPM hangat dijalankan diseluruh negara dahulu. Kita sibuk melihat kepada teori pendidikan yang digunapakai negara-negara ini sehinggakan kita lupa masalah paling utama dalam pendidikan kita bukannya terletak dalam perbahasan teori sebaliknya di peringkat implementasi.

Masalah implementasi yang tidak pernah selesai

Saya pernah menulis tentang tiga perkara yang banyak mempengaruhi implementasi polisi pendidikan. Saya ingin berkongsi tentang dua perkara tersebut disini iaitu:

1. Mengajar mengikut kepakaran

2. Beban kerja pengkeranian yang terlampau banyak dan tidak mendatangkan faedah sebaliknya menjejaskan kualiti pengajaran dan pembelajaran

Dua perkara ini bukanlah perkara baru. Ianya pernah disebut dan diketengahkan semenjak tahun 80an, sepanjang tahun 90an sehinggalah sekarang dengan sasaran Wawasan 2020 hanya tinggal 6 tahun saja lagi. Namun, perkara ini masih tidak selesai-selesai. Bekas Presiden Kesatuan Perkhidmatan Perguruan Kebangsaan (KPPK) Siva Subramaniam pernah menyebut pada tahun 1995 tentang masalah para guru yang ditempatkan tanpa mengikut opsyen. Sedihnya, perkara ini masih lagi berterusan.

Tak perlu saya lambakkan statistik yang banyak dalam laporan-laporan dan kajian-kajian pendidikan. Sebaliknya saya ajak anda berborak dengan antara 400,000 orang guru yang anda kenal untuk mengetahui tentang realiti ‘penempatan guru’ di sekolah. Berapa ramai guru yang belajar Matematik tapi disuruh mengajar Bahasa Inggeris? Berapa ramai guru yang langsung tak pernah belajar teori pedagogi dan ilmu Sains tapi apabila masuk sekolah dipaksarelakan pentadbir untuk mengajar Sains? Dan berapa banyak sekolah yang masih kekurangan guru Kemahiran Hidup walaupun sudah bertahun-tahun matapelajaran itu dimasukkan dalam kurikulum?

Perkara kedua, beban kerja pengkeranian. Ini adalah masalah implementasi paling utama yang dihadapi pasukan pelaksana polisi pendidikan iaitu para guru. Dengan begitu banyak jenis fail yang perlu disediakan di sekolah, data-data yang perlu dimasukkan sama ada secara offline atau online secara berulang-ulang. Disamping perlu bertungkus-lumus membuat kerja seperti mengambil dan menghantar pelajar ke pertandingan, menghias dewan untuk sambutan hari kemerdekaan sehinggalah ke perkara-perkara seperti membina dan mengecat bangunan sekolah dan tandas. Sebenarnya, apa sahaja yang para guru tidak lakukan di sekolah selain mengajar?

Iya, tolong jangan buat-buat pelik seolah-olah anda sedang membaca berita hairan. Kerja guru bukan lagi mengajar. Kerja mengajar dalam kelas sekarang ini bukan lagi kerja paling utama. Sebaliknya banyak lagi benda-benda lain yang tiada langsung kaitan dengan pengajaran dan pembelajaran yang terpaksa para guru lakukan di sekolah dan diluar sekolah.

Walaupun sejak tahun 90an lagi kesatuan guru dan para guru sudah mengeluh meminta lebih ramai pembantu guru gred N17 untuk membuat kerja-kerja yang tak memerlukan kemahiran pendidikan, tapi nampaknya perkara ini seperti masih jauh untuk kita capai walaupun pada hakikatnya sasaran Wawasan 2020 itu semakin mendekat.

Implementasi sistem pengurusan pendidikan dan pengurusan hospital.

Cuba bayangkan jika cara kerja Kementerian Pendidikan kita diaplikasikan Kementerian Kesihatan.

Di hospital-hospital tidak terdapat ramai jururawat sebaliknya para doktor yang perlu melaksanakan tugas-tugas selain bidang kepakaran mereka. Apabila pesakit sampai, para doktor perlu mendaftarkan mereka dikaunter pendaftaran seperti mana guru kelas mendaftarkan para pelajar di awal tahun serta mengambil dan memasukkan data kedatangan setiap hari.

Setelah pendaftaran, para doktor perlu terlebih dahulu memasukkan data pesakit ke dalam fail pendaftaran mengikut kategori dan jenis penyakit. Sama seperti para guru yang perlu menyediakan fail untuk setiap pelajar mengikut bidang ko-kurikulum, kurikulum, disiplin dan peribadi. Belum masuk fail panitia, subjek, peperiksaan dan beratus-ratus lagi fa

Dalam kekalutan para doktor yang mahu bersiap-sedia memeriksa pesakit mereka yang sakit, mereka akan kerap kali dilanda ombak-ombak pemeriksaan pegawai atasan yang datang untuk memeriksa kekemasan fail, data dan statistik. Bagaimana doktor-doktor ini boleh memeriksa dan merawat pesakit mereka dengan tenang jika asyik dikacau untuk dilihat pengurusan data dan fail mereka?

Belum kita kira jika para doktor sendiri yang perlu memandu ambulans untuk mengambil pesakit yang kemalangan jalanraya atau hampir meninggal kerana sakit jantung seperti mana para guru yang selalu-selalu disuruh menghantar para pelajar sama ada untuk menghadiri pertandingan, sakit ke klinik ataupun mengikuti rombongan.

Jika sistem sebegini diimplementasikan Kementerian Kesihatan di hospital-hospital maka semakin ramailah pesakit yang akan mati seperti mana ramainya pelajar kita yang seperti sudah ‘mati otak’ kerana walaupun 11 tahun belajar di sekolah tetapi masih berfikir dan menulis seperti budak tidak bersekolah. Untuk ini, siapa yang nak dipersalahkan? Guru? Eh, bukan kita sibuk-sibuk nak tengok para guru siapkan fail dan uruskan sekolah daripada bertungkus-lumus mengajar dan mendidik pelajar?

Memasukkan data dan statistik sama ada online ataupun offline, mengukur ketinggian dan berat badan murid, mengemaskini fail pengurusan yang beratus-ratus jenis, menghantar para murid ke sana ke sini dan pelbagai lagi benda remeh-temeh yang langsung tiada kesan signifikan kepada pengajaran dan pembelajaran dalam kelas serta sepatutnya boleh dilakukan pembantu pengurusan sekolah dengan kelulusan SPM.

Jadi, mengapa kita bersusah-payah melatih para guru dalam pedagogi dan teori pendidikan terkini jika di sekolah kita hanya perlu mereka untuk melakukan benda-benda yang remeh-temeh? Benda yang menghabiskan beratus-ratus rim kertas setiap hari hanya untuk ‘orang atas tengok’ sebelum diletakkan diatas rak sehingga berhabuk. Tambahan pula, kenapa pula orang atas sibuk nak tengok benda-benda ni? Sudah terang lagi bersuluh perkara-perkara yang remeh-temeh dan menyesakkan otak seperti pengurusan fail, data dan statistik ini semua tetap gagal membawa Malaysia gah dipersada pengukuran indeks antarabangsa seperti PISA dan TIMSS.

Transformasi pendidikan yang bakal gagal, sekali lagi.

Ambillah Fulbright Teaching Assistant daripada Amerika Syarikat ataupun guru pakar Bahasa Inggeris daripada India. Laksanakanlah subjek baru bagi menerapkan nilai moral dan sahsiah seperti yang dicadangkan Tun Mahathir baru-baru ini. Tirulah pelaksanaan pentaksiran berasaskan sekolah mirip kaedah Finland ataupun mengadaptasi keghairahan menjawab soalan peperiksaan dalam sistem Korea Selatan dan China.

Apa sahaja teori, polisi dan cadangan penambahbaikan yang datang daripada Kementerian Pendidikan Malaysia setakat ini, saya percaya semuanya bakal gagal. Dalam masa 10 tahun daripada sekarang kita akan mengulangi semula senario kegagalan (baca: corot di PISA dan TIMSS) dan percubaan transformasi (baca: rombakan pelan pembangunan pendidikan) yang kemudiannya bakal gagal sekali lagi. Kenapa? Kerana kita tidak menyelesaikan masalah akar iaitu ‘implementasi’.

Ini bukannya sekadar teori saya semata-mata. Lihat sahaja sejarah perkembangan pendidikan kita. Perkembangan kurikulum daripada General Syllabuses, ke Pendidikan Komprehensif, Kurikulum Bersepadu Sekolah Rendah (KBSR), Kurikulum Bersepadu Sekolah Menengah (KBSM) sehingga sekarang kita sudah memasuki fasa Kurikulum Standard Sekolah Rendah (KSSR) serta Kurikulum Standard Sekolah Menengah (KSSM) yang memakan masa puluhan tahun untuk dibangunkan.

Begitu juga dengan pelbagai laporan dan pelan pendidikan daripada Laporan Razak (1956), Laporan Rahman Talib (1960), Laporan Jawatankuasa Kabinet (1979), penggubalan Akta Pendidikan (1996), Pelan Induk Pembangunan Pendidikan (2006 – 2010) dan kini Pelan Pambangunan Pendidikan Malaysia (2013 – 2025).

Mengapa setelah berjalannya kesemua laporan dan pelan pendidikan ini, kita masih bakal gagal menghasilkan pelajar yang cemerlang diperingkat dunia? Saya percaya kerana jurang pendidikan kita semakin melebar terutamanya di antara pelajar dari keluarga kelas atasan dan keluarga golongan pekerja.

Pelajar dari keluarga kelas atasan mempunyai kelebihan dari segi pengaruh dan kewangan untuk menempah pendidikan terbaik di sekolah-sekolah ternama di Malaysia disamping menghadiri kelas tusyen berbayar. Sebaliknya para pelajar golongan pekerja yang mendapatkan pendidikan di sekolah-sekolah harian biasa, terpaksa bergantung harap kepada sekolah dan para guru mereka.

Namun, guru mereka tidak mungkin dapat menyediakan perkhidmatan pendidikan terbaik. Kerana apa? Kerana guru mereka sibuk dikerah untuk menyediakan fail, menilik data, menyimpan statistik dan lain-lain pekerjaan remeh. Guru yang sebenarnya memegang jawatan Pegawai Perkhidmatan Pendidikan, kini lebih layak digelar sebagai Pegawai Pengurusan Pendidikan.

Apabila kita terlalu taksub dengan hal-hal pengurusan maka perkhidmatan pendidikan kita merudum jatuh. Kesannya, pelajar kita pergi sekolah dan tak sabar nak balik. Para guru pergi bekerja dan tak sabar nak bercuti. Para pentadbir bagi kerja dengan alasan ‘orang atas suruh buat’ sebab ‘nanti dia nak datang tengok’. Tak hairanlah kenapa kualiti pendidikan kita terus-menerus berenang di dalam longkang.

Kesimpulannya, saya lihat perkara paling utama yang perlu dilakukan untuk memulihara keberkesanan pendidikan kita adalah dengan cara mengembalikan peranan, tanggungjawab serta kedudukan guru di tempat yang sepatutnya iaitu di dalam kelas, berhadapan dengan klien utama mereka iaitu para pelajar.

Walaubagaimanapun, perkara ini masih gagal disedari mereka yang sekarang ini sedang sibuk menyuruh guru menyiapkan lima jenis laporan berasingan untuk PT3, masukkan statistik markah pelajar di dua portal yang berbeza, masukkan data kedatangan setiap hari, data disiplin setiap minggu dan pelbagai lagi kerja pengurusan lain. Semua ini atas nama ‘transformasi’ pendidikan.

Transformasi apa? Transformasi caca-marba.

Tuesday, November 3, 2015

Satu keberanian :)

Cerita tentang suatu perubahan.... Hehehe.... Ni nak cerita satu benda... rahsia selama ni.... sejak berpindah ke kampus sekarang ni, saya tak pernah berani menggunakan lif secara bersendirian... Kalau dengan kawan ok boleh... Kekeke... Bukan... Bukan sebab ada bad experience ke apa... Tapi dalam kepala ada imaginasi buruk... sekiranya ditakdirkan berlaku apa-apa pada lif... Bayangkanlah berapa lama masa akan diambil untuk diselamatkan. Sebabnya dalam kampus semua perempuan... Lif rosak perlu panggil operator lelaki... Dan untuk si lelaki itu masuk kampus pula samada perlu segera kosongkan bangunan which is macam susah sikit atau perlu menunggu sehingga 5 petang which is makkk... lamanyaaa... Itupun belum masuk lagi berapa lama respon akan diterima. Maka saya sanggup menggunakan tangga membawa knapsack yang berat dengan macam-macam peralatan.




Walaubagaimanapun, keadaan TERPAKSA berubah sekarang. Bilik DMD di tingkat 2, bilik Head of Academic di tingkat 1 hujung bangunan. Dengan 'topi' yang baru ini, langkah kaki semakin banyak nampaknya perlu menapak ke atas ke bawah, kadang-kadang berkali-kali dalam sehari. Penat pulak rasanya... though it's a good exercise. Makanya, untuk mengurangkan bilangan langkahan, maka telah kuberanikan diri menggunakan lif secara bersendirian, sambil dalam dada penuh debaran... Dup dap dup dap... Kekeke... 
Kiranya ini adalah perubahan yang baik!! wakakaka...

Friday, October 30, 2015

30/8/2015

Sesungguhnya rezeki dari Allah swt itu memang tidak dapat kita duga.... Ketika masih lagi terkial-kial mencari arah dengan 'topi' yang baru dipakai, tanpa disangka dikurniakan dengan satu lagi 'topi' baru. MasyaAllah tabarakallah... Nak dikata gembira, terasa gentar... Nak dikata gentar, inikan amanah...


30/8/2015, tanggungjawab semakin besar, sebesar bilik pejabat yang baru dihuni...
Doakan segalanya dipermudahkan...  Doakan diri ini yang begitu banyak 'topi' dipakai, akan bijak membahagikan masa yang sudah sedia terbahagi sejak setahun yang lalu... 
Ya allah... Semoga jalan terbaharu yang ku lalui ini dapat ditempuhi dengan tenang dan sabar... Semoga apa yang kulakukan nanti akan sampai manfaatnya kepada orang lain... Dan diredhai olehMu... Amiinnnnn...


Wednesday, August 19, 2015

Kembali ke realiti kehidupan...

Sudah masuk hari keempat kami kembali ke Yanbu.... touch-down Yanbu pukul 1 pagi Ahad (16/8/2015), report duty pada pukul 8 pagi... realiti pun bermula... hahaha... tinggalkan semua mimpi indah bercuti selama 2 bulan di bumi Malaysia tercinta...

Selain kemeriahan dapat menyambut Ramadhan bersama keluarga seterus berhari-raya, alhamdulillah dapat menyempurnakan jemputan kenduri dari dua orang kakak senior Yanbu; di Kemaman dan Kelana Jaya. 
dan baki cuti pun dihabiskan untuk kerja-kerja 'perah-otak'... huhuhu... banyak tempat2 permintaan anak-anak tidak dapat dipenuhi....malah ramai juga kawan-kawan tidak sempat diziarahi.....









minta maaf, minta ampun wahai sahabat sekelian, masa sangat terbatas untuk bertemu kalian... insyaAllah semoga pengorbanan kali ini akan dirasai nikmatnya kemudian hari... semoga juga ukhwah kita berpanjangan... kalian tetap dalam ingatan kami sekeluarga.... jauh di mata tidak di hati... 

Sunday, July 5, 2015

Kids' Ramadhan Activity

Ramadhan is always a challenge for my daughter since she starts fasting (completing the whole month) at 7 years old until now at 9 years old. Between 1 to 3 pm is the most crucial time. If she passed this period, it's a success for her... :)
Suggested by a dear friend, I prepared some activities in order to occupy her time ... When she gets too 'connected' with the activity, she forgets that she is fasting... Here are some activities that I have prepared:

1. Art and craft


Drawing pad, colorful stickers, color pencils, glue etc. for the art attack!! She drew some cards welcoming Ramadhan...



2. Indoor board game

I chose the set that have many different board games so that if she gets bored with one game, she can move to the other one...

3. Outdoor game

This activity might consume her energy... So I just let her play for some time...  Anyway, since she enjoyed the game, she did not complain much. 

4. Story books
She can spend hours reading her favorite story books. 

5. Play dough 
This is related to the art activity. It will let her use her imagination to make whatever she likes with the dough. 

These are among her favorites... However, from time to time there were other activities to 'kill' the time... 

Friday, June 19, 2015

Experience..... Imagination



Akram gathered some toys: aeroplanes, buses and trucks... and his story goes like this: 

This is airplane land. The plane has just landed and Akram's family is inside the plane. The blue bus is waiting for us because there is no bridge. Red truck (not seen in the photo) will fill-up oil for the plane. 


Sounds familiar?  Well, this is almost exactly what happened in the airplane field... He has experienced this a few times... especially in Jeddah airport, where we as passengers need to ride on a bus to go the aeroplane and we can see all those he mentioned on our way to the aeroplane.


Saturday, June 13, 2015

'Malim gunung'

Menarik sekali perumpamaannya... tapi sangat siknifikan penjelasannya...
Calon PhD perlu dibantu (coach) oleh supervisor dalam perjalanan researchnya... umpama pendaki gunung yang perlu malim untuk membantu pendakiannya... kerana perjalanan research seorang pelajar PhD adalah umpama gunung-ganang... ada yang tinggi ada yang rendah, ada yang curam ada yang landai, ada yang susah ada yang senang... dan untuk mencapai ke puncak gunung, pasti perlu dibantu.... supervisor perlu memainkan peranan malim gunung.. :)
- research clinic by Prof. Christopher Nigel Preece organized by Dr. Siti Uzairah -

I am sooooo thankful and grateful to my supervisor for being the best 'malim' !! Being far apart and being in environment that has very little support of research, she is always there making sure that I am  ok... just as simple text as "are you ok over there", I know that I'm not alone !! Distance does not matter anymore in this modern world... there are so many ways we can get connected and communicated...

Note: I attended a research clinic today in Shah Alam.... organised by Dr. Siti Uzairah

Tuesday, June 9, 2015

A step towards analysis

Alhamdulillah.... Received good news today. My application to perform research in my campus has been approved by the higher management. What a great relieve...!! Moving another step ahead...


Monday, June 8, 2015

Masalah domestik

Masalah domestik rumahtangga... Rasanya ramai kaum ibu berhadapan dengan dilema ni....
Para stokin yang takde pasangan. Hahahha... Tengok tu, punya banyak stokin yang tinggal sebelah jek... Aduii laaa... Ke mana pulak pasangan korang menghilangkan diri...
Siapa yang tiada masalah ni? Cuba bagitau aaiihhhh petua dia...

Sunday, June 7, 2015

Ahlan ya Ramadhan...

Kehadiran ramadhan disambut sangat meriah di Saudi masyaAllahhhh!! 
Lihat bagaimana Panda Hypermarket meraikannya...


Barangan disusun tinggi melangit... Tidak seperti selalu..

Hiasan dengan kain merah tu ada di keseluruhan Panda.. Ala-ala hiasan wajib gitu... Asal ada keraian, mesti ada kain merah tu...

Promosi barangan elektrik... Banyak yang good deal weeehhh... Eg. Tefal Actifry 1.2kg hanya SR599!! Anyway, I superlike that star-shape promotion label... 


Tuesday, June 2, 2015

Blooming year..

This academic year is merely a 'blooming' year for me... I received flowers for few times this year as compared to NON before. Hahaha....


1. Red rose during the registration day of JCC. Prepared by the Computer Club committees but wonderfully their club advisor kept 1 for me!!! Very lovely...

2. A bouquet of red roses from a dear student. She said she was very thankful because I help her prepared for a student's conference (organized by MOE) until she was accepted as finalists. 



3. Yellow rose (and other colors too) given to each employee during our YUCW Appreciation Day. 


4. Orange rose given by another dear student who has just completed her final semester. A very thoughful student saying thank you to all her teacher after graduated. 


Monday, June 1, 2015

Hidden talent :p

Sometimes you just need to give yourself a chance.... :)
We had a farewell party in our department to say goodbye to 5 of our members... I was given task to prepare farewell gifts for them... and here comes the 'hidden talent'... Out of no where, I successfully manage to prepare these.....

A bouquet of lollipops in a mug and a photo frame with our signatures being framed. Lovely eeehhhh?? Hehehe... (By the way, the lollipop is not originally my idea.... I got it while browsing for party ideas.)

Saturday, May 30, 2015

I Miss You

Tahu tak apa tu? Coklat !!! Cantik kan? Macam-macam design ada. Bentuk handphone pun ada, bentuk cd pun ada.. Dan kalau nak ditempah designnya pun boleh... 
Produk macam ni bukannya ada jual kat merata-rata... Cuma ada di kedai coklat... Banyak kedai coklat ada di sini; Chocoline dan Patchi yang paling famous. 
This is one of the 'things' that I would missed if I have to leave KSA... 

Thursday, May 28, 2015

Kereta sewa..

Dah 2 minggu kereta kami di bengkel.... Dan dah 2 minggu jugalah terpaksa menyewa kereta untuk bergerak ke sana-sini...
Lamanya tak sewa kereta.... Terkenang zaman 7 tahun yang lalu... Ketika mula-mula sampai di Yanbu, kereta sendiri belum ada... Nak ke mana-mana menggunakan khidmat teksi (personal number) sehingga driver teksi dah kenal kami sekeluarga... Bila nak keluar dari Yanbu pula, terpaksa mencari kereta sewa. Uniknya di sini, kaedah pengiraan sewa berbeza dari Malaysia. Pengiraan ada melibatkan jumlah kilometer... Bukan kiraan hari semata-mata... Dan kereta sewa biasanya dalam keadaan yang masih baru....
Kereta yang kami sewa untuk 2 minggu ini pastinya kereta baru (bukan second-hand)... Dengan kerusi masih berbungkus plastik, label masih terlekat di cermin dan semuanya masih berkilat lagi... Kata tokeynya dia bagi kereta baru sebab nama husband ada dalam database syarikatnya... Tip-top servis untuk returning customer gitu... Siap dengan complimentary moya... Alhamdulilah..
Good service from 'budget car rental'...

Wednesday, May 20, 2015

Ya allah... Permudahkanlah...

UPDATE: sahabatku sudah dijemput ilahi di pagi hari Jumaat yang mulia :( :(. Semoga Allah swt mengampuni segala dosanya dan ditempatkan bersama golongan solehah...


Susahnya nak luahkan... Sedih sangat terasa... Seorang sahabatku sedang 'berjuang' di wad paliatif PCMC... Namun dalam beberapa hari ini, menurut anaknya, kesihatan beliau semakin merosot... sangat-sangat sedihh....
Duhai sahabat, doa kukirimkan dari kejauhan... Semoga dirimu tabah... Ya allah yang maha pengasih... permudahkanlah segalanya untuk sahabatku... Ampunkanlah segala dosanya... Hanya engkau yang mengetahui apa yang terbaik untuknya..




Monday, May 18, 2015

For me... For you... For us...


There are ups and downs in the journey... Sabarrrr..... 


Thursday, May 14, 2015

'Kehilangan' sementara kerana...

sedikit gambaran di atas 'kehilangan' entry dari blog ini semenjak 6 bulan lepas.... pertapaanku untuk menyiapkan si 'buah hati'... 3 chapters harus disiapkan sebagai persediaan untuk 'proposal defence'.  bertungkus-lumus bersekang-mata hampir setiap malam, demi untuk mengejar dateline.... 



It is not easy juggling with everything while completing the proposal, though it is not impossible. You've got to be strong in and out. You've got to have a supportive environment especially from the loves ones.....  Talk, discuss, whine, grumble, groan etc whatever you need whenever you need, but only to those who understand your journey.... cause you need to keep the positive vibes, avoid the negative ones..... InsyaAllah, Allah helps you go through....

Tuesday, May 12, 2015

Facing my fear.... :)


Saya ni sebenarnya penakut doktor walaupun sebenarnya dah jumpa pelbagai jenis specialists. Yang TERPALING gerun ialah Dentist. Memikirkan perlu ke dentist pun dah cukup mendebarkan.... Apatah lagi sememangnya perlu pergi!! Dub dab dub dab jantung ni tak berhenti-henti... Gerun... Memang gerun...
Walaubagaimanpun....... Setelah sejak semalam denyut di bahagian gigi geraham sebelah kiri tak tertahan-tahan; sampaikan 3 kali telan panadol; habis kesan ubat, denyut datang lagi... Encik suami pun memujuk si puan isteri yang penakut ini untuk ke dentist.. Dalam takut, terfikir juga "berapa kali nak kena telan panadol ni". Dah la memang dah berjenis-jenis ubat dimakan sebelum ni.. Takut pulak nak depend pada panadol lagi.. Akhirnya... menyerah kalah....

Nervously waiting for my turn... Waiting for about an hour that I can write this entry... :)

UPDATE: gigi geraham kiri dah selamat dikeluarkan lebih kurang 10pm... hehehe.... very the best doctor nihhh... lepas bius 10 minit, tak sampai 2 minit, dah selesai.... and takde la nak rasa sakit berdenyut even selepas bius hilang... alhamdulillah.... 
Succeed in facing my greatest fear!! hahahaha... 

Monday, May 11, 2015

Choice of words...

Someone in DSG shared this which I find interesting and useful for writing.... 
Please bear with the image size :)



Saturday, April 25, 2015

Demi masa..

Allahu rabbi... Dah 6 bulan rupanya blog ku ini dibiarkan sepi... Rupa-rupanya hati terdetik untuk menjenguk ke sini kerana ditegur seorang sahabat rupanya... Hehehe... Thanks abidwaliyad@wordpress.com kerana sudi menjentikku di sini...
Sayang pula dibiarkan sepi... Dah lama web-diari ni berfungsi menjadi tempat meluah rasa... Pelbagai jenis rasa yang ada... Akan dihidupkan semula blog ku ini insyaAllah cuma momentumnya mungkin tak dapat nak disamakan seperti sebelumnya... Al-maklum, sejak mengambil keutusan untuk menyambung pengajian, masa yang ada harus dibahagi secara bijaksana.. Pagi bekerja, petang untuk keluarga dan malam untuk journal dan artikel. 
Doakan ya sahabat sekelian... Semoga apa yang diimpikan menjadi kenyataan selain tidak terabai apa yang sedang ada... InsyaAllah...